Ternyata Begini Rasanya membeli iMac...

Awal mula kepingin Mac Produk Apple

kepingin punya imac

Hai, apa kabar semua??. Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman saya tentang membeli produk Mac selain produk Handphonenya.

Dulu buat saya yang hanya sebagai staff kantoran, iMac adalah barang sangat mewah, yang hanya mungkin bisa saya dapatkan dalam mimpi.

Produk Apple memang terkenal dengan harganya yang kebanyakan orang bilang sih overpriced. 

Bayangkan saja, untuk sebuah komputer desktop dengan spesifikasi - katakanlah "standar" - harga barunya sudah tembus diatas 10 Juta rupiah, uang sebesar itu kan lebih baik digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

Setelah saya resign dari pekerjaan saya bulan september 2016 kemarin dan menemukan cara untuk mencari rezeki di internet, alhamdulillah dana sudah cukup terkumpul untuk membeli peralatan perang baru
Awalnya saya menggunakan Laptop windows saya dengan spesifikasi pas pasan, maksudnya pas kebetulan nggak lagi "hang" ya bisa dipakai, kalau pas "hang" ya ditinggal. 
Dengan spesifikasi prosesor dual core dan Ram 4GB sebetulnya masih mumpuni untuk diajak misal render video skala kecil, tapi begitu beralih ke render video sedikit lebih berat, harus ekstra sabar karena sering restart sendiri laptopnya. 

Akan tetapi walaupun pas pasan spesifikasinya, laptop saya sudah banyak berjasa dalam mencari recehan di internet.

Ketika kebutuhan untuk editing dan rendering semakin tinggi, mau tidak mau saya harus upgrade alat perang agar proses mengais rezeki bisa makin lancar (amin). 

Hal pertama yang saya pikirkan adalah mewujudkan impian saya selama ini yakni memiliki pc desktop buatan Apple.

Kenapa harus iMac?

Produk komputer dari Apple ada banyak macamnya, ada jenis laptop dan jenis pc desktop. 

Berhubung saya saat ini statusnya pengangguran dan apabila sering jalan jalan justru malah menghabiskan uang ketimbang menghasilkan, maka saya rasa iMac lebih cocok untuk saya daripada MacBook.

Proses membeli iMac di kota saya Malang, juga merupakan proses yang panjang. Awalnya saya sering browsing untuk mencari tempat jual iMac di malang, dan daftar harga iMac. Situs rujukan saya sebagai patokan harga iMac adalah di iBox

Dengan mengetahui harga komputer apple Mac, setidaknya saya punya acuan dasar harga imac terbaru.

Berdasarkan web resmi Apple Premium Reseller iBox, harga iMac 27 inci 5K paling murah adalah type MK462 dengan harga Rp. 26.249.000,00 dengan spesifikasi sebagai berikut:
  • Processor 3.2 GHz quad core Intel Core i5 (Turbo Boost up to 3.6 GHz)
  • Memory 8 Gb
  • Storage 1TB (7200-rpm) hard drive, belum SSD
  • AMD Radeon R9 M380 graphics processor with 2GB of GDDR5 memory
  • Display Retina dengan resolusi layar 5120 x 2880 
Awalnya saya sempat bimbang, harga semahal itu saya hanya mendapatkan spesifikasi PC kelas menengah. 

Dengan uang sebesar itu, saya pikir saya bisa merakit PC gaming dengan spesifikasi High-End. Saya coba browsing ke web yang menyediakan simulasi PC rakitan untuk mendapatkan kisaran harga komputer game, dan inilah yang saya dapatkan:

rakit komputer game murah

Semakin bimbang lagi dengan harga 26 Jutaan saya bisa mendapatkan sebuah motor NMAX yang sedang ngetren saat ini. 

Tapi akhirnya impian saya menghapus kebimbangan saya. Saya tetap memutuskan membeli iMac, setidaknya saya bisa mewujudkan salah satu impian saya selama ini. 
Seperti kata pepatah "Memang kita tidak bisa mewujudkan semua impian kita, tapi kita tidak bisa mewujudkan apa apa tanpa memimpikannya terlebih dahulu".
Pada mulanya saya jatuh cinta pada produk Apple semenjak saya menggunakan iPhone 4. Menurut saya produk dari Apple mempunyai ciri khas eklusif dan elegan yang berbeda dengan produk kebanyakan. 

Ditambah dengan manajemen dari OS nya yang membuat spesifikasi hardware pas pasan bisa diadu dengan spesifikasi jauh diatasnya. 

Sebagai gambaran, iPhone 4 saya dulu yang hanya memiliki RAM 512MB, masih bisa diadu dengan HP android dengan RAM 2GB dalam menjalankan aplikasi/game yang sama.

Membeli iMac

Tempat yang menjual iMac di Malang saya menemukannya di lantai paling atas Mall Olympic Garden, tapi harganya jauh melambung tinggi. 

Dengan type yang sama (MK462) harga yang ditawarkan sudah menembus Rp 33 Jutaan. Mungkin karena di malang tidak ada Apple Premium Reseller (APR), jadi harganya naik untuk mendapatkan profit dari penjualnya. 

Dengan selisih harga yang hampir 7 juta rupiah, mau tidak mau saya harus ke kota sebelah yakni Surabaya untuk mendapatkan iMac. 

Tempat yang menjual iMac di Surabaya yang pertama kali saya pikirkan adalah Tunjungan Plaza. Di sana terdapat salah satu APR yang sudah terkenal yakni Infinite.

Toko Apple Indonesia seperti iBox maupun Infinite dulu adalah tempat yang selalu saya hindari ketika masih berstatus staff kantoran. 

Pernah suatu waktu saya coba iseng untuk melihat lihat beberapa produk HP disana. Respon yang saya dapatkan berbanding terbalik 180° dengan toko HP pada umumnya, dimana begitu melihat kita mereka sudah berkicau dalam menjajakan dagangannya, seolah kita seperti permen yang sedang diperebutkan oleh anak kecil. Di APR jangankan ditanyai keperluan kita, dihampiri saja tidak kok.

Ketika saya datang ke APR, seperti biasa tidak ada pegawai yang menghampiri saya. Karena saya memang niat untuk membeli iMac, saya tanyakan ke petugas yang ada disana. 
Luar biasanya respon yang saya dapatkan berbeda ketika waktu saya pertama datang.


Saya diberikan penjelasan sangat rinci bahkan ditawarkan promo yang menggiurkan. Harga iMac type MK462 incaran saya saat itu sedang ada promo sehingga menjadi Rp. 25.749.000,00, lebih hemat 500 ribuan dari harga semula. 

Hanya saja saya tidak bisa langsung membawa pulang iMac saya saat itu, karena memang saat itu stoknya sedang kosong. 

Akhirnya saya kembali pulang ke malang dengan tangan hampa. Saya harus menunggu sampai dengan persis 14 hari sejak saya memesan baru diberi kabar kalau iMac saya bisa diambil. 

Terpaksa saya harus bolak-balik Malang - Surabaya, yang kalau dihitung hitung ongkos perjalanannya sudah hampir 500 ribuan. 

Jadi jatuhnya dapat harga  sama bukan Promo ditambah capeknya perjalanan.
Setidaknya saya tidak perlu membayar lebih mahal 7 juta seandainya saya jadi membeli iMac di Malang.
Awalnya yang jadi pertanyaan saya adalah Apakah bisa iMac yang saya beli, bisa saya buka sendiri di rumah?. 

Karena kita semua pasti setuju, perasaan membuka kemasan suatu produk yang baru lebih mendebarkan dibandingkan dengan menembak gebetan.

Apalagi iMac bukan termasuk barang yang murah, tentunya proses dalam membuka kemasan akan memberikan kesan yang mendalam.
Ternyata semua produk Apple disyaratkan untuk dibuka dan diaktifkan langsung di lokasi, dengan alasan apabila terdapat cacat bisa langsung ditukar yang baru. 
Tapi saya bersikeras untuk membuka dan mengaktifkan iMac saya sendiri di rumah dengan resiko apabila ada cacat produk tidak dapat ditukar baru, hanya langsung masuk tempat servis. 

Saya pikir produk Apple semahal ini apa mungkin sih bisa ada cacat pabrik?, saya ambil resikonya, dan resiko yang saya pertaruhkan sebanding dengan perasaan senang ketika pertama kali saya menyobek segelnya.

Ternyata Begini Rasanya membeli iMac...

Rasanya saya sangat bersyukur sekali ketika salah satu yang saya impikan dapat saya wujudkan. 

Mengenai review iMac akan saya bahas pada artikel saya Review iMac 27 Inci 5K MK462 

Apabila ada pengalaman serupa yang bisa dibagikan, jangan lupa untuk menuliskannya di kolom komentar.




Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Ternyata Begini Rasanya membeli iMac..."

  1. Sebelumnya saya ucapkan selamat sudah mendapatkan imac yang diimpikan. Memang apple adalah produk yang mengagumkan dan memberikan pengalaman yang jauh lebih menarik dibanding pc biasa. Saya juga sudah menggunakan produk apple, baik itu computer maupun gadget, sejak 13 tahun yang lalu. Selama itu pula biaya maintenance sangat minim. Salah satu kelemahan imac maupun macbook adalah CD-Drive yang dari semua yang miliki rusak semua. Juga mouse, baik yang magic maupun mighty sering lost connection. Kata orang service apple sih kalau tanda mouse sudah lemah mulai berkedip segera ganti batrei yang baru, meskipun sebenarnya masih 45%. Selain dari masalah yang diatas tidak ada lagi yang jadi komplain saya.
    Saya hanya mengomentari pilihan anda untuk membuka barang tidak di tempat anda membeli, menurut saya itu sangat beresiko. Namanya produk elektronik, bahkan apple pun juga sangat mungkin mengalami cacat produksi. Saya dulu pernah mau ambil macbook, namun ternyata setelah dibuka terdapat dead pixel pada layarnya. Sebetulnya tidak terlalu terlihat dan tidak mengganggu, tapi siapa sih yang tidak terganggu ketika mmembeli barang mahal yang cacat. Jadi sangat disarankan untuk membuka dus di tempat anda membeli.
    Anyway, selamat datang di dunia apple. mungkin anda tidak akan pernah lagi kembali ke dunia windows/pc hehehehehee

    BalasHapus
  2. terima kasih, memang benar terlalu beresiko, tapi berhubung baru pertama kalinya unboxing elektronik diatas 25 juta rasa hypenya mengalahkan resikonya, walaupun itu konyol jika seandainya terdapat cacat dari pabrik.

    BalasHapus
  3. mantab paak.. sangat menginspirasi...saat ini saya sedang ingin membeli produk aple juga.
    namun yang harganya cuman dibawah 20jt dlu..hehe

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat, trims udah share pengalamannya. Saya juga ingin merasakan hal yang sama. Ingin meminang produk apple, bingung pilihnya antara imac atau pc rakitan/aio dengan harga yang sama. Pertimbangan utama saya ada pada penggunaan listrik dirumah dan investasi masa depan. Maklum, kategori orang kismin seperti saya pingin produk sekelas apple banyak mikirnya. Karena listrik rumah hanya 450watt. Saya mikirnya kalo pake PC rakitan dengan harga yang sama, konsumsi listriknya banyak. Bengkak ditagihan 😆. Soalnya buat kerja di internet juga, jd full time. Kalo pake imac daya nya kecil tp speknya luar biasa.

    #Mohon doanya,.supaya bisa mewujudkan impian beli imac. Amiiin.😁😊😊

    BalasHapus
  5. mac mini jauh lebih irit daya dengan kemampuan maksimal,
    permasalahan dari produk mac adalah tidak diperuntukkan untuk game, ada sih tapi tidak sebanyak OS sebelah.
    semoga lekas terwujud impiannya
    karena setelah migrasi ke mac pasti enggan kembali ke OS yang lama

    BalasHapus